Tugas minggu ke 2 matakuliah UI/UX Design dengan topik bahasan adalah The Element of UX part 1 dengan outline yaitu Elemen UX (Proses UXD) dan Strategy Plane.
Elemen UX (Proses UXD)
Gambar 1. The element of User Experience (Jesse James Garret)
Strategy : Merupakan lapisan paling bawah, dimana kita letakkan dasar dari tujuan desain. Sasaran dari lapisan ini adalah kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis untuk produk. Ini mencakup user needs dan objectives.
Scope : yaitu lapisan untuk menentukan jenis produk yang akan dibuat. Ini mendeksripsikan secara rinci tentang fungsionalitas produk dan konten yang akan disertakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
Structure : Lapisan tengah ini termasuk pengaturan desain struktur dari informasi untuk memberikan konten, yaitu mengetahui cara mengatur desain dan bagaiamana jika pengguna ingin berinteraksi dengan produk.
Skeleton : Merupakan tata letak produk atau information architecture, interface design, dan navigation design.
Surface : Lapisan paling atas, mewakili tampilan produk bagi pengguna, yaitu interface yang dilihat dan berinteraksi dengan pengguna atau biasa juga disebut dengan istilah visual design.
Elemen-elemen UX memiliki dualitas, yaitu:
- Product as Functionality
Dengan mengetahui sifat fungsionalitas produk, kita dapat mempertimbangkan fitur apa yang akan dibuat. Apabila dimisalkan bahwa produk yang akan dibangun adalah sebuah tools, maka yang menjadi kegunaan atau fungsinya adalah bisa menyelesaikan tugas dari pemilik tools nya. - Product as Information
Selain dari mengetahui fungsionalitas, produk sebagai informasi juga penting. Dengan memahami produk sebagai informasi ini dapat membantu pengembang untuk menentukan konten apa yang akan ditampilkan dalam produk. Berdasarkan isi kontennya, juga user interface yang baik dapat disesuaikan.
Untuk pembahasan pertama ini akan berfokus pada lapisan dasar, yaitu Strategy Plane.
Strategy Plane
Elemen paling dasar ini mencakup Product Objectives (tujuan pengguna) dan User Needs (kebutuhan pengguna). Pada elemen dasar ini, kita harus dapat memahami dan menetapkan tujuan pembuatan produk dan menyesuakan bagaimana produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Yang menjadi pertanyaan yang sering muncul pada tahap ini meliputi:
- Apa yang akan dibuat?
- Tujuan apa yang dicari?
- Siapa yang menggunakannya?
- Dll
Dalam menentukan strategi ini, terdapat beberapa poin penting yang harus dipahami. Untuk bagian product objectives meliputi business goals, brand identity, success metrics. Sedangkan untuk user needs, meliputi segmentasi user, usability, user research (contextual inquiry, user testing) dan membuat persona.
Product Objectives
- Business Goals
Meningkatkan kepuasan user dengan produknya merupakan tujuan desainer ketika
membahas UX. Hal ini penting, namun bagi perusahaan pribadi, startup, maupun
perusahaan kecil biasanya memiliki tujuan yang lebih spesifik dari sekedar memahami
user goals, yaitu membantu bisnisnya berkembang. Oleh karena itu, seorang UI/UX
Designer harus dapat memahami pentingnya business goals dari produk yang
dikembangkan.
- Brand Identity
Brand identity merupakan elemen komponen yang diciptakan perusahaan untuk
menggambarkan citra yang tepat bagi customer nya. Istilah branding mengacu pada
pembentukan merek yang unik untuk dipasarkan.
- Success Metrics
Success metrics merupakan seperangkat kriteria yang ditentukan sebagai faktor kunci
yang menentukan keberhasilan dari proyek dan implementasi akhirnya. Dalam success
metrics ini terdapat tingkatan yang perlu dinilai secara berbeda, yaitu success
berdasarkan hasil dari proyek yang dikembangkan dan succes berdasarkan layanan akhir
dari proyek yang dikembangkan. Menentukan success metrics dapat berfungsi untuk:
- pertimbangan pengambilan keputusan selama pelaksanaan proyek
- Memberi bukti nyata dari upaya membuat User Experience ketika success metrics
tercapai.
User Needs
- Segmentasi User
Membantu dalam mengatasi kerumitan dalam mengidentifikasi kebutuhan user dengan
cara membuat karakteristik kebutuhan pengguna yang serupa dalam kelompok yang
sama. Ide dasar dalam pengelompokan tersebut kemungkinan akan memiliki perilaku
dengan cara yang sama terhadap kegiatan pemasaran atau produk. Ketika mendesain
produk, tim perlu mengumpulkan banyak data tentang target penggunanya untuk
ditindaklanjuti pada saat membangun segmentasi user.
Apabila ditinjau dari tujuan segmentasi, terdapat dua jenis segmentasi yaitu: marketing
dan experience.
Marketing Segmentation (Segmentasi Pemasaran)
Segmentasi pemasaran difokuskan untuk menciptakan strategi pemasaran yang
efektif untuk target pengguna suatu produk. Marketing segmentation merupakan
sekelompok orang yang memiliki seperangkat kebutuhan umum yang ingin
mereka penuhi menggunakan produk yang kita bangun. Tujuan nya adalah
menciptakan pesan yang bisa membuatnya beredar di dalam segmen (word of
mouth) atau semacam membuat kampanye pemasaran yang lebih efisien untuk
pengguna akhir.
Experience Segmentation (Segmentasi Pengalaman)
Merupakan rangkaian interaksi awal hingga akhir yang dimiliki pengguna dengan
suatu produk. Yang menjadi fokus dari experience segmentation ini adalah
pemahaman kebutuhan end user dengan tingkat keahlian yang berbeda.
Basic nya, segmentasi user ini didasarkan pada empat parameter pengguna, yaitu:
1. Demografis, yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan
juga tingkat pendapatan.
2. Geografis, yang meliputi wilayah geografis seperti negara, wilayah, atau kota.
3. Perilaku, yang meliputi pola perilaku dari pengguna seperti perilaku pembelian
dan manfaat yang diinginkan.
4. Teknologi, yaitu tingkat pemahaman dari pengguna
- Usability Testing
Untuk melihat apakah produk atau layanan yang kita kembangkan benar-benar
dibutuhkan dan bekerja, perlu dilakukan pengujian kepada end user. Desain produk perlu
dievaluasi terlebih dahulu sebelum dikembangkan menjadi versi aslinya, dan salah satu
cara mengevaluasinya adalah melalui pengujian kepada user. Tujuan utama dari praktik
usability testing ini adalah untuk mengetahui “seberapa mudah tampilan interface
digunakan” oleh sekelompok perwakilan user dalam mencapai tujuannya. Yang menjadi
fokusnya disini adalah: apa yang user lakukan, bukan apa yang user katakan.
- User Research (Contextual Inquiry, User Testing)
Pemilihan kata dan bahasa yang digunakan dengan pemilik produk dan pemangku
kepentingan bukan lah suatu tugas yang mudah. Oleh karena itu, seorang UX membutuhkan user research untuk membantu dalam membuat teks user experience
yang dirancang lebih sempurna dan kompatibel dengan pola pikir end user.
Good user research menurut David Travis adalah research yang bisa menghasilkan
informasi tentang apa yang selanjutnya bisa dilakukan oleh tim dan informasi yang bisa
digali lebih dalam (testable insight).
- Persona
Persona berisi gabungan dari data perilaku yang dikumpulkan dari banyak “real user”
yang ditemui pada saat melakukan interview, focus group, dan metode research lain.
Dimana fokusnya adalah mempelajari tentang user, bukan mendokumentasikan setiap
aspek kehidupan user, namun hanya aspek yang berkaitan dengan produk. Persona ini
dibuat untuk merepresentasikan target user yang memiliki karakteristik serupa.