Selasa, 15 Februari 2022

Ringkasan dan Rangkuman UI/UX Design Course Week 3-Elemen UX

 Pada artikel kali ini akan membahas lanjutan tentang 5 elemen UX, yang terdiri dari strategy, scope, structure, skeleton, dan surface. Pada bahasan sebelumnya telah selesai membahas tentang strategy plane, dan kali ini akan membahas 4 plane lainnya. 

Outline 

  1. Scope (Function Specifications, Content Requirements) 
  2. Structure (Interaction Design, Information Architecture) 
  3. Skeleton (Interface Design, Navigation Design, Information Design) 
  4. Surface (Sensory Design)  

Jumat, 11 Februari 2022

Tokopedia 1 - Getting Started : Product Design Introduction

Minggu ke-2 pembelajaran UI/UX Course adalah belajar mandiri dari video Tokopedia Goes To Campus yang membahas tentang product design. Poin-poin yang menjadi catatan sekaligus soal kuis yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut. 

Soal 1. Penjelasan ringkas istilah-istilah yang berkaitan dengan product design dari penjelasan narasumber.

Rabu, 09 Februari 2022

UI/UX Design, The Element of UX Part 1

Tugas minggu ke 2 matakuliah UI/UX Design dengan topik bahasan adalah The Element of UX part 1 dengan outline yaitu Elemen UX (Proses UXD) dan Strategy Plane.

Elemen UX (Proses UXD)


Gambar 1. The element of User Experience (Jesse James Garret)

Strategy : Merupakan lapisan paling bawah, dimana kita letakkan dasar dari tujuan desain. Sasaran dari lapisan ini adalah kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis untuk produk. Ini mencakup user needs dan objectives. 

Scope : yaitu lapisan untuk menentukan jenis produk yang akan dibuat. Ini mendeksripsikan secara rinci tentang fungsionalitas produk dan konten yang akan disertakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Structure : Lapisan tengah ini termasuk pengaturan desain struktur dari informasi untuk memberikan konten, yaitu mengetahui cara mengatur desain dan bagaiamana jika pengguna ingin berinteraksi dengan produk. 

Skeleton : Merupakan tata letak produk atau information architecture, interface design, dan navigation design.

Surface : Lapisan paling atas, mewakili tampilan produk bagi pengguna, yaitu interface yang dilihat dan berinteraksi dengan pengguna atau biasa juga disebut dengan istilah visual design.


Elemen-elemen UX memiliki dualitas, yaitu:

  1. Product as Functionality
    Dengan mengetahui sifat fungsionalitas produk, kita dapat mempertimbangkan fitur apa yang akan dibuat. Apabila dimisalkan bahwa produk yang akan dibangun adalah sebuah tools, maka yang menjadi kegunaan atau fungsinya adalah bisa menyelesaikan tugas dari pemilik tools nya.
  2. Product as Information
    Selain dari mengetahui fungsionalitas, produk sebagai informasi juga penting. Dengan memahami produk sebagai informasi ini dapat membantu pengembang untuk menentukan konten apa yang akan ditampilkan dalam produk. Berdasarkan isi kontennya, juga user interface yang baik dapat disesuaikan.

Untuk pembahasan pertama ini akan berfokus pada lapisan dasar, yaitu Strategy Plane.

Strategy Plane

Elemen paling dasar ini mencakup Product Objectives (tujuan pengguna) dan User Needs (kebutuhan pengguna). Pada elemen dasar ini, kita harus dapat memahami dan menetapkan tujuan pembuatan produk dan menyesuakan bagaimana produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Yang menjadi pertanyaan yang sering muncul pada tahap ini meliputi:

  • Apa yang akan dibuat?
  • Tujuan apa yang dicari?
  • Siapa yang menggunakannya?
  • Dll

Dalam menentukan strategi ini, terdapat beberapa poin penting yang harus dipahami. Untuk bagian product objectives meliputi business goals, brand identity, success metrics. Sedangkan untuk user needs, meliputi  segmentasi user, usability, user research (contextual inquiry, user testing) dan membuat persona.


 Product Objectives

  • Business Goals
    Meningkatkan kepuasan user dengan produknya merupakan tujuan desainer ketika membahas UX. Hal ini penting, namun bagi perusahaan pribadi, startup, maupun perusahaan kecil biasanya memiliki tujuan yang lebih spesifik dari sekedar memahami user goals, yaitu membantu bisnisnya berkembang. Oleh karena itu, seorang UI/UX Designer harus dapat memahami pentingnya business goals dari produk yang dikembangkan.  

  • Brand Identity
    Brand identity merupakan elemen komponen yang diciptakan perusahaan untuk menggambarkan citra yang tepat bagi customer nya. Istilah branding mengacu pada pembentukan merek yang unik untuk dipasarkan. 
     
  • Success Metrics
    Success metrics merupakan seperangkat kriteria yang ditentukan sebagai faktor kunci yang menentukan keberhasilan dari proyek dan implementasi akhirnya. Dalam success metrics ini terdapat tingkatan yang perlu dinilai secara berbeda, yaitu success berdasarkan hasil dari proyek yang dikembangkan dan succes berdasarkan layanan akhir dari proyek yang dikembangkan. Menentukan success metrics dapat berfungsi untuk:

    -  pertimbangan pengambilan keputusan selama pelaksanaan proyek
    -  Memberi bukti nyata dari upaya membuat User Experience ketika success  metrics tercapai. 

User Needs

  • Segmentasi User

    Membantu dalam mengatasi kerumitan dalam mengidentifikasi kebutuhan user dengan cara membuat karakteristik kebutuhan pengguna yang serupa dalam kelompok yang sama. Ide dasar dalam pengelompokan tersebut kemungkinan akan memiliki perilaku dengan cara yang sama terhadap kegiatan pemasaran atau produk. Ketika mendesain produk, tim perlu mengumpulkan banyak data tentang target penggunanya untuk ditindaklanjuti pada saat membangun segmentasi user.

    Apabila ditinjau dari tujuan segmentasi, terdapat dua jenis segmentasi yaitu: marketing dan experience.

    Marketing Segmentation (Segmentasi Pemasaran)

    Segmentasi pemasaran difokuskan untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif untuk target pengguna suatu produk. Marketing segmentation merupakan sekelompok orang yang memiliki seperangkat kebutuhan umum yang ingin mereka penuhi menggunakan produk yang kita bangun. Tujuan nya adalah menciptakan pesan yang bisa membuatnya beredar di dalam segmen (word of mouth) atau semacam membuat kampanye pemasaran yang lebih efisien untuk pengguna akhir.
     
    Experience Segmentation (Segmentasi Pengalaman)

    Merupakan rangkaian interaksi awal hingga akhir yang dimiliki pengguna dengan suatu produk. Yang menjadi fokus dari experience segmentation ini adalah pemahaman kebutuhan end user dengan tingkat keahlian yang berbeda. 
    Basic nya, segmentasi user ini didasarkan pada empat parameter pengguna, yaitu:
    1. Demografis,  yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan juga tingkat pendapatan.
    2. Geografis, yang meliputi wilayah geografis seperti negara, wilayah, atau kota.
    3. Perilaku, yang meliputi pola perilaku dari pengguna seperti perilaku pembelian dan manfaat yang diinginkan.
    4. Teknologi, yaitu tingkat pemahaman dari pengguna

  • Usability Testing

    Untuk melihat apakah produk atau layanan yang kita kembangkan benar-benar dibutuhkan dan bekerja, perlu dilakukan pengujian kepada end user. Desain produk perlu dievaluasi terlebih dahulu sebelum dikembangkan menjadi versi aslinya, dan salah satu cara mengevaluasinya adalah melalui pengujian kepada user. Tujuan utama dari praktik usability testing ini adalah untuk mengetahui “seberapa mudah tampilan interface digunakan” oleh sekelompok perwakilan user dalam mencapai tujuannya. Yang menjadi fokusnya disini adalah: apa yang user lakukan, bukan apa yang user katakan. 

  • User Research (Contextual Inquiry, User Testing)

    Pemilihan kata dan bahasa yang digunakan dengan pemilik produk dan pemangku kepentingan bukan lah suatu tugas yang mudah. Oleh karena itu, seorang UX membutuhkan user research untuk membantu dalam membuat teks user experience yang dirancang lebih sempurna dan kompatibel dengan pola pikir end user.
    Good user research menurut David Travis adalah research yang bisa menghasilkan informasi tentang apa yang selanjutnya bisa dilakukan oleh tim dan informasi yang bisa digali lebih dalam (testable insight).

  • Persona

    Persona berisi gabungan dari data perilaku yang dikumpulkan dari banyak “real user” yang ditemui pada saat melakukan interview, focus group, dan metode research lain. Dimana fokusnya adalah mempelajari tentang user, bukan mendokumentasikan setiap aspek kehidupan user, namun hanya aspek yang berkaitan dengan produk. Persona ini dibuat untuk merepresentasikan target user yang memiliki karakteristik serupa.