Pada artikel kali ini akan membahas lanjutan tentang 5 elemen UX, yang terdiri dari strategy, scope, structure, skeleton, dan surface. Pada bahasan sebelumnya telah selesai membahas tentang strategy plane, dan kali ini akan membahas 4 plane lainnya.
Outline
- Scope (Function Specifications, Content Requirements)
- Structure (Interaction Design, Information Architecture)
- Skeleton (Interface Design, Navigation Design, Information Design)
- Surface (Sensory Design)
Scope Plane
Mendefinisikan persyaratan berdasarkan tujuan yang ditetapkan pada bidang strategi. Saat designer fokus pada kebutuhan functional seperti fitur produk, seorang content strategis fokus pada kebutuhan konten, yaitu konten seperti apa yang akan dibuat pada produk. Oleh karena itu, pada bagian scope ini ada dua aspek bahasan yang menjadi poin utama, yaitu functional requirements dan content requirements.
- Functional Requirements
Berkaitan dengan fitur. Ini adalah persyaratan tentang fungsi atau fitur dalam produk, bagaimana fitur bekerja satu sama lain, dan bagaimana mereka saling terkait satu sama lain. Fitur-fitur ini merupakan apa yang dibutuhkan pengguna untuk mencapai tujuan. - Content Requirements
Ini adalah informasi yang dibutuhkan untuk memberikan nilai pada produk yang kita kembangkan. Informasi yang dimaksud bisa berupa teks, gambar, audio, video, dan lain-lain. Ruang lingkup dari strategi konten mencakup perbedaan antara format dan tujuan konten yang sebenarnya. Tanpa mendefenisikan konten, akan sulit untuk tahu tentang ukuran waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.
Structure Plane
Dalam mengembangkan struktur konseptual untuk produk, digunakan user flow. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana mengatur desain yang akan dikembangkan menjadi lebih user-friendly, sehingga dapat berinteraksi dengan produk secara efektif. Structure terdiri dari dua aspek, yaitu:
- Interaction Design
Aspek ini diberikan persyaratan fungsional yang mendefinisikan bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengan produk dan bagaimana sistem berperilaku dalam menanggapi interaksi pengguna. Desain interaksi yang baik dapat memberikan pengguna dapat mencapai tujuan mereka saat menggunakan produk. Selain itu, dapat juga secara efektif memberitahu pengguna apa yang dapat mereka lakukan, memberi tahu pengguna tentang perubahan status setiap tindakan yang dilakukan oleh pengguna, dan mencegah kesalahan pengguna yang bisa terjadi selama menggunakan produk. Interaction design ini mencakup beberapa prinsip seperti consistency, visibility, learning, dan feedback. - Information Architecture
Aspek ini diberikan persyaratan konten yang mendefinisikan pengaturan elemen konten untuk memfasilitasi pemahaman manusia. Information architecture yang baik dapat mengatur, mengkategorikan, dan memprioritaskan informasi, sehingga dapat lebih dimengerti oleh pengguna. Selain itu, dapat membantu pengguna untuk bernavigasi secara efektif, mengarahkan pengguna untuk melakukan tindakan yang diinginkan, dan menemukan konten lain pada produk.
Information Architecture terbagi menjadi beberapa model, diantaranya:
- Hirarki
Strukturnya memiliki standar dengan halaman indeks dan serangkaian sub-halaman. Untuk gambaran dari hirarki ini dapat dilihat pada gambar berikut:
- Sequential (Sekuensial)
Struktur ini menciptakan semacam jalur bagi pengguna melalui konten untuk menyelesaikan tugas yang mereka butuhkan. Sebagai contoh adalah pada website Amazon.
- Organik
Contoh website yang memiliki struktur informasi dengan model organik ini adalah wikipedia. Yang terdiri dari pengelompokan informasi secara random, namun bisa di klik dari beberapa menu lain atau yang merujuk ke konten lain namun tidak secara berurutan seperti hirarki atau sekuensial.
Skeleton Plane
Skeleton atau elemen kerangka adalah tempat desain UI dan UX mulai terjalin. Mulai dari menentukan elemen antarmuka produk yang terletak di layar (antarmuka) dan membuatnya berinteraksi dengan fungsi sistem. Untuk mendefinisikan elemen ini, biasanya dapat menggunakan mockup wireframes atau Low-Fidelity. Skeleton terdrii dari tiga aspek, yaitu:- Interface Design
Memungkinkan pengguna untuk melakukan sesuatu melalui interface berupa teks, salinan instruksional dan penjelasan. Interface design ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: sketsa, wireframe yang termasuk kedalam low fidelity dan prototype yang termasuk sebagaia high-fidelity. - Navigation Design
Memungkinkan pengguna untuk pergi ke berbagai tempat melalui desain navigasi global, desain menu. Sistem navigasi membantu user untuk mengetahui apa saja yang ada dalam produk, dan bagaimana menggunakannya. Navigasi ini memiliki tipe, yaitu breadcrumb, clamshell, drop down/pop up menu, dan multiple navigation. - Information Design
Mengkomunikasikan ide kepada pengguna melalui pesan, pemformatan konten, dan arsitektur informasi. Information design memperhatikan bagaimana setiap potongan informasi dapat dikelompokkan dengan informasi lain yang terkait agar user dapat mencerna informasi yang memiliki alur yang berkesinambungan. Tujuan utama dalam information design adalah kejelasan komunikasi.
Surface (Sensory Design)
Pada lapisan bidang permukaan inilah konten memenuhi indra pengguna, teks pada halaman yang sesuai, dan skema warna desain. Pada surface ini berfokus pada tampilan visual dari konten dan berurusan dengan visual design. Surface mewakili interface yang dilihat dan berinteraksi dengan user. Pada lapisan ini perlu menggunakan elemen visual yang seimbang agar dapat meningkatkan estetika dan fungsinya menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk terus digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar